Dimensi Pendidikan

guru

Ilmu pendidikan mempunyai 3 dimensi yang dapat kita bedakan sebagai sistematika ilmu pendidikan, yaitu :

  1. Dimensi lingkungan pendidikan : lingkungan pendidikan keluarga, lingkungan pendidikan sekolah dan ilmu pendidikan luar sekolah (di masyarakat).
  2. Dimensi jenis-jenis persoalan pendidikan : a. persoalan-persoalan fondasional (persoalan-persoalan yeoritis dalam pendidikan), b. persoalan-persoalan struktural (masalah-masalah struktur lembaga pendidikan), c. persoalan-persoalan operasional (persoalan-persoalan praktis dalam kehidupan).
  3. Dimensi waktu dan ruang : disamping menganalisis masalah-masalah pendidikan yang kita hadapi sekarang dimasyarakat kita, perlu juga kita mempelajari masalah-masalah pendidikan yang pernah terdapat di masyarakat kita dan di beberapa masyarakat masyarakat lain di masa lampau ,di masa sekarang dan masa datang. Dengan berbekal kerifan yang kita gali dan khasanah sejarah pendidikan di masa lampau dan pendidikan kooperatif (pengetahuan tentang praktek-praktek pendidikan) di negara-negara lain rasanya akan menjadi mungkin bagi kita untuk menghadapi persoalan-persoalan pendidikan dewasa ini dengan pandangan serta sikap yang lebih ilmiah dan lebih profesional.

Selanjutnya syarat bagi disiplin ilmu, yaitu memiliki metode. Metode-metode yang dapat dipakai untuk ilmu pendidikan sebagai berikut :

  1. Metode Normatif, Metode ini berkenaan dengan konsep manusia yang diidealkan yang ingin dicapai oleh pendidikan. Metode ini juga menjawab pertanyaan yang berkenaan dengan masalah nilai baik dan nilai buruk.
  2. Metode Eksplanatori, Metode eksplanatomi bersangkut paut dengan pertanyaan tentang kondisi dan kekuatan apa yang membuat suatu proses pendidikan berhasil. Suatu rekomendasi praktis bagi para pendidik harus didasarkan pada pemahaman yang benar tentang hakekat peserta didik, perkembangn mereka, cara-cara belajar mereka, dan cara-cara mereka mereaksi pengaruh sosial. Suatu teori pendidikan yang sahih memberikan suatu eksplanasi yang memadai mengenai apa yang terjadi di alam, yang didasarkan pada bukti-bukti empiris.
  3. Metode Teknologis, Metode teknologis ini mempunyai fungsi untuk mengungkapkan bagaiman melakukannya dalam rangka menuju keberhasilan pencapaian tujuan-tujuan yang diinginkan.
  4. Metode Deskriptif-Fenomologis, Metode ini mencoba menguraikan kenyataan-kenyataan pendidikan dan kemudian mengklarifikasikan sehingga ditemukan yang hakiki.
  5. Metode Hermeneutis, Metode ini untuk memahami kenyataan pendidikan yang konkrit dan historis untuk menjelaskan makna dan struktur kegiatan pendidikan.
  6. Metode Analitis Kritis (Filosofis), Metode ini menganalisis secara kritis tentang istilah-istilah , pertanyaan-pertanyaan, konsep-konsep dan teori-teori yang ada atau digunakan dalam pendidikan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: